Kamis, 12 november 2009 adalah hari dimana acara regular dari Swinging Stars. Ini kali keduanya kami mengadakan acara dibawah nama On Nights Like These. Dengan lineup pengisi acara sebagai berikut Baby Eats Crackers, Tigapagi, Endah N’ Rhesa, dan 4Peniti, teman-teman pencinta musik di Bandung dari yang muda sampai tua datang ke ballroom dari Bumi Sangkuriang.
Tiket yang seharga sepuluh ribu rupiah, habis dibeli oleh sekitar 600 lebih teman-teman yang datang pada malam itu. Rupanya mereka benar-benar menunggu edisi kedua ini. Baby Eats Crackers membuka malam dengan “cleo”, “video”, “aloha opa” dan “candy love”. Ay Kushandari sebagai vokalis juga mengundang Popo untuk bercerita di lagu “Saat Shery Bemain di Hutan”. Konsep story telling sangat kental dilagu ini. Ay dan Popo bersahutan sekaligus mengundang tawa teman-teman yang hadir pada malam itu. Tiga kursi dan cangkir putih menghias stage, mendukung penampilan berikutnya, Tigapagi. Sigit, Eko, dan Prima mensyahdukan malam dengan petikan pentatonis nan mengawang. Menari", "Tangan Hampa Kaki Telanjang", "Batu Tua", "Mungkin Setelah Lewati Sang Waktu" , "The Way “, dan satu lagu gubahan dari Sigur Rós dipenghujung songlist mereka.
Arina Ephipania masuk sebagai host, mengenalkan tamu kita diacara itu, the dynamic duo Endah N’ Rhesa, dibuka dengan “I Don’t Remember”, sebagian besar penonton sudah hafal part2 lirik dari lagu ini. mengingat umur dari duo ini yang masih tergolong baru. “Uncle Jim”, “Living with Pirates”,”When You Love Someone”. Mereka sangat memaksimalkan perannya sebagai bintang tamu pada malam itu.
Ketika jeda, Arina kembali untuk mempresent lineup berikutnya. Tapi disusul dengan Riko, menyanyikan “On The Night Like This”. Lalu disusul dengan Indra, Toma, menyanyikan “Lucky Me” teaser dari mini album yang segera rilis sebentar lagi. Malam itu juga kedatang tamu dari California, Amerika, Cris Miller. Menyumbangkan suaranya di lagu “This Conversation”. 4Peniti, tampil sebagai juru kunci malam itu. Mulai dari theme song Doraemon, sampai Me and My Boyfriend nya Mocca. Sukses menghibur teman-teman yang datang. Penampilan 4Peniti malam itu adalah penampilan kembali, setelah Zaki sang vokalis mengalami sakit jantung.
seperti tagline dari tajuk acara ini, maka akan ada lagi malam-malam seperti ini berikutnya. yep. like this!
On Nights Like These adalah sebuah acara dua bulanan dari Swinging Stars Management. Edisi pertama On Nights Like These (ONLT) diadakan hari Kamis tanggal 13 Agustus 2009, dan diisi oleh 5 band asal Bandung yaitu Annemarie, Olive Tree, Cascade, Hollywood Nobody dan MOCCA.
Berangkat dari kesuksesan edisi pertama ONLT kembali akan diadakan minggu ini, tepatnya pada Kamis 12 November 2009. Edisi kali ini band yang akan tampil adalah:
Kamis. November 12, 2009 Ballroom Bumi Sangkuriang Jl. Kiputih No. 12 Ciumbuleuit - Bandung
Pre Sale tickets: Rp.8000* (inc Sticker) On The Spot: RP.10.000 (inc Sticker)
*Presale tickets are available From Today till 11 November 2009, at Jl.Rereng Wulung #8 Sukaluyu - Bandung
For info please contact: Swinging Stars Jl. Rereng Wulung No.8 Bandung Phone: +6222501089 / 08572021429 / 0818622344
Berikut ini adalah Profil band yang akan tampil pada acara On Nights Like These (2nd Edition)...
Endah N Rhesa
Endah N Rhesa adalah sebuah proyek musik yang hanya terdiri dari gitar akustik, bass dan vokal. Nuansa musik yang Endah N Rhesa adalah folk, jazz, blues, rock n roll, dan balada. Endah Widiastuti (vokal, gitar) dan Rhesa Aditya (bass) bertemu satu sama lain dalam sebuah band rock pada awal 2003. Namun akhirnya, mereka memutuskan untuk membuat grup duo yang namanya berasal dari nama mereka sendiri
Rupanya Endah N Rhesa namanya sudah cukup harum di dunia 'perkafean' Jakarta. Mengawali karirnya dengan menjadi band cover hingga akhirnya berani keluar dengan musik dan lagu2 yg sulit sekali ditemukan pada artis lain di Indonesia , padahal katanya lagu2 di album ini direkam di studio pribadi alias kamar dengan segala kesederhanaannya.
Endah N Rhesa has merilis albumnya “Nowhere To Go” tahun 2005. Dan didistribusikan oleh mereka sendiri biasanya pada saat mereka perform. Lalu "Nowhere To Go" Repackaged Version dirilis kembali tahun 2009 serta dapat di beli ditoko musik terdekat. Sekarang cita-cita mereka adalah membawa musiknya ke seluruh penjuru dunia. “Our music is sincere and it’s coming from inside our hearts” Katanya.
4Peniti
4Peniti menyajikan musik bernuansa connecting logaritma dekonstruktif dengan sentuhan live jamming dalam format instrumen akustik. "Sebenarnya makna kalimat di atas tidaklah mudah dimengerti, namun atas nama musyawarah mufakat, kami tulis saja demikian.” Begitu kata mereka.
Siapa saja 4 peniti? Ari Aru(Drum), Selain bersama 4Peniti, Ari dikenal sebagai musisi entertainer di Bandung - Jakarta, Aktif sebagai additional musician dan juga terlibat dalam rekaman beberapa musisi seperti Glenn Fredly, Rossa, Project Pop, MoccA, dan banyak yang lainnya. Rudy Aru(Contra-Bass), sama seperti Ari, Rudy juga dikenal sebagai musisi entertainer, mereka berdua adalah pemilik Studio Aru (Jl. Riau) yang sering menjadi tempat latihan band-band ternama kota Bandung. Ammy (Biola, Mandolin), yang juga tergabung dalam Violin All Stars dan pernah melakukan stage performing bersama Protonema, /RIF, Rhoma Irama, Dewi RSD, Harry Roesly dan Tantowi Yahya. Juga pernah melakukan konser tunggal “AMMY VIOLIN KONSER” di Bandung dan Jakarta. Zaki (Vokal, Gitar) yang juga seorang entertainer di Bandung dan Jakarta, selain itu Zaki sering berpartisipasi dalam menggarap beberapa project seperti Jazz Aid. Selain bermusik, Zaki juga berprofesi sebagai jinglemaker serta desainer.
Nama 4 Peniti muncul saat mereka kebingungan mencari nama band. Di tengah kebingungan itu Zaki mengusulkan nama 4 Peniti, plesetan dari nama musisi jazz yang dikaguminya, Pat Metheny. Kesamaan visi dalam bermusik yang menjadi alasan mereka bersepakat menjadi satu kesatuan band dengan nama 4Peniti. 4 Peniti selalu menjadi bintang tamu langganan Festival Jazz di Indonesia, serta sudah beberapa kali menjadi tamu talkshow "Kick Andy".
Baby Eats Crackers
Baby Eats Crackers dimulai dari persahabatan Kushandari/Yayi (Vocal, xylophone) dan Rangga (Gitar, Vocal) yang sering ngeJam dan pernah menjadi pengisi acara di kafe2 di Bandung. Lalu bertemulah dengan Ken Paramayudha (Gitar) dan Aryo Bangundityo (Perkusi) dalam sebuah acara musik di Kampus Institut Teknologi Bandung (ITB). Setelah beberapa kali manggung, untuk melengkapi rhytm section diajaklah Pierre sebagai Bassist.
Diawali dengan proyek jamming akustik iseng2 saja, kemudian band ini berkembang sebagai “after-school-refreshment project”, lalu semakin serius sekarang. Belakangan ini mereka sedang sibuk memasuki dapur rekaman untuk segera menyelesaikan album mereka.
Karena tiap personil memiliki latar belakang musik yang berbeda-beda, Baby Eats Crackers tidak menetapkan aliran musik mereka. Hanya saja meraka menamakan musiknya sebagai "heart-melting symphony”, yang berarti musik mereka bisa membuat seseorang yang mendengarkannya merasakan aura ketenangan, nyaman dan merasa seperti sedang jatuh cinta.
Tiga Pagi
Nama Tigapagi, diambil dari sebuah pandangan atau paradigma akan sebuah titik waktu, masa dimana semuanya akan segera diawali yang juga bersamaan dengan saat dimana semuanya sedang berakhir. Masa tergelap menunggu sebuah benih kecerahan.
Karya-karya Tigapagi adalah ciptaan seorang mahasiswa bernama Sigit dan karya-karyanya tersebut direkam dengan hanya menggunakan komputer. Setelah melalui proses berpikir yang cukup panjang Sigit pun mengajak dua orang kakak beradik sahabat terbaiknya Eko dan Prima. Di tahun 2006 terbentuklah sebuah formasi trio.
Kemudian dengan tujuan memperkaya dan memenuhi jiwa musik yang diciptakan, dua orang sahabat bergabung bersama Tigapagi. Mereka adalah Indra dan Alfa. Maka kini akhirnya Tigapagi telah menemukan raganya.
Kings of Convenience, Paul Simon & Arthur Art Garfunkel, Bob Dylan, bahkan nuansa Musik Soundscape dari nama-nama seperti Sigur Ros, Slow Dive, Cocteau Twins, Explosions In The Sky, atau bahkan Brian Eno adalah influence dari music Tigapagi, tak hanya itu musisi lokal seperti : Leo Kristi, Ebiet G Ade dan lantunan hangat Bimbo, harmoni-harmoni tradisional klasik Mang Uking Sukri, Nano S. Mereka menyebutnya Musik Experimental Folk acoustic pop. Tiga Pagi adalah finalis Indiefest angkatan ke-3 dan salah satu lagunya masuk album kompilasi tersebut.